Kuliah Akuntansi

PENGERTIAN

Pengertian biaya tidak dapat dipisahkan dari pengertian kos, aset dan juga rugi. Terdapat beberapa sumber atau literature yang memberikan penjelasan mengenai pngertian biaya, seperti definisi oleh FASB, APB, dan sebagainya. Namun secara umum terdapat beberapa kharakteristik yang melekat pada makna biaya, dua kharakteristik utama pada makna biaya adalah aliran keluar atau penurunan asset dan akibat kegiatan yang membentuk operasi utama yang menerus.

Sebagai penurunan aset, untuk dapat menyatakan bahwa biaya timbul, harus terjadi transaksi atau kejadian yang menurunkan aset atau menimbulkan aliran keluar aset atau sumber ekonomik. Aset yang dimaksud adalah semua aset. Perusahaan sebagai satu kesatuan bukan hanya aset tertentu. berkaitan dengan kegiatan yang membentuk operasi utama, suatau konsumsi terhadap aset dapat dikatakan disebut sebagai biaya haqrus berkaitan dengan kegiatan utama kesatuan usaha. Kegiatan utama yang dimaksud adalah kegiatan penciptaan pendapatan. Operasi utama juga merupakan basis penting untuk menghubungkan biaya dan pendapatan. Biaya adalah penurunan aset yang berkaitan dengan operasi dan bukan dengan investasi dan pendanaan.

Selain dua karakteristik utama seperti yang telah disebutkan diatas, terdapat pula beberapa kharakteristik pendukung yang melekat pada makna biaya. Kharakteristik pendukung tersebut antara lain kenaikan kewajiban, penurunan ekuitas, diukur atau dikaitkan dengan kos, bukan berasal dari transaksi dengan pemilik, serta untuk menghasilkan pendapatan.

Biaya dibedakan dengan rugi, karena rugi timbul dari sumber yang secara tidak langsung berkaitan dengan operasi utama perusahaan. Rugi berasal dari transaksi, kegiatan, atau sumber berupa kegiatan periferal, transfer nontimbal-balik, penahanan aset, atau faktor lingkungan.

PENGAKUAN BIAYA

Pengakuan biaya tidak dibedakan dengan pengakuan rugi karena menyangkut masalah kriteria pengakuan, yaitu apa yang harus dipenuhi agar penurunan nilai aset yang memenuhi definisi biaya atau rugi dapat diakui, dan masalah saat pengakuan. Menurut SFAC biaya atau rugi dapat diakui bilamana memenuhi salah satu dari dua kriteria. Kriteria pertama adalah konsumsi manfaat, biaya atau rugi diakui bilamana manfaat ekonomik yang dikuasai suatu entitas telah dimanfaatkan dalam kegiatan operasi utama. Kriteria yang kedua adalah lenyapnya atau berkurangnya manfaat masa datang, yaitu biaya diakui bilamana aset yang telah diakui sebelumnya diperkirakan telah berkurang manfaat ekonomiknya atau tidak lagi memiliki manfaat ekonomik.

Menurut APAB kaidah pengakuan seperti yang telah diuraikan diatas dilandasi oleh basis asosiasi yang oleh APB disebut sebagai prinsip pengakuan biaya pervasif atau luas. Hal tersebut dinyatakan oleh APB dalam statement No. 4 yaitu mengasosiasi sebab dan akibat, alokasi sistematik dan rasional, serta pengakuan dengan segera.

Hubungan kos dan biaya

Beberapa sumber mendefinisi biaya dalam kaitannya dengan pengertian kos karena memang biaya tidak dapat dipisahkan dengan kos. Kos merupakan pengukur biaya atau biaya direpresentasi dengan kos. Biasanya biaya selalu dapat disebut kos karena kos melekat di dalam biaya. Tetapi, kos tidak selalu dapat disebut biaya karena kos dapat juga merepresentasi aset.

PROSES DAN KONSEP PENANDINGAN

Laba akan memiliki makna jika laba merupakan selisih pendapatan dan biaya yang mempunyai hubungan tertentu yang bermakna. Untuk menentukan laba yang bermakna, perlu dipahami dua pengertian penting yaitu proses penandingan dan konsep atau prinsip penandingan. Proses penandingan adalah proses penentuan laba dengan cara mengukur atau menakar dahulu pendapatan untuk suatu perioda dan barulah kemudian menetukan biaya yang berkaitan dengan pendapatan tersebut. Konsep atau prinsip penandingan adalah dasar pemikiran untuk menghubungkan pendapatan dan biaya sehingga laba yang dihasilkan bermakna. Prinsip penandingan menjadi suatu kebutuhan dalam akuntansi karena pengakuan pendapatan tidak langsung dikaitkan dengan pengakuan biaya, dan karena transaksi terjadinya pendapatan pada umumnya tidak berkaitan langsung dengan transaksi terjadinya biaya.

Prinsip penandingan akan menghasilkan basis asosiasi atau dasar penandingan antara pendapatan dan biaya. Untuk mendapatkan laba periodik yang bermakna maka pendapatan yang diakui untuk suatu perioda harus ditandingkan dengan biaya yang dianggap telah menciptakan pendapatan tersebut. Penandingan yang tepat akan terjadi kalau terdapat asosiasi yang masuk akal, atau bisa uga dijelaskan bahwa penandingan yang tepat harus didasarkan pada kelayakan ekonomi dan bukan fisis. Penandingan menuntut identifikasi konsumsi manfaat aset atau jasa secara fisis tetapi nilai jasa atau aset yang dikonsumsi juga harus ditentukan secara tepat dengan memperhatikan kondisi yang melingkupinya. Oleh karena itu dasar penandingan yang paling utama adalah kelayakan ekonomik bukan dasar aliran fisis.

BASIS ASOSIASI

Dalam rangka menghubungkan biaya dan biaya, perlu dipertimbangkan basis asosiasi yang menggambarkan penandingan yang layak secara ekonomik perlu dipertimbangkan dalam menghubungkan biaya dan biaya. Basis asosiasi terdiri atas asosiasi sebab dan akibat, dan alokasi sistematik dan rasional. Asosiasi sebab dan akibat merupakan basis penandingan yang paling masuk akal walaupun basis ini lebih merupakan asumsi daripada kenyataan karena dalam banyak hal sulit untuk dibuktikan secara meyakinkan bahwa biaya menyenyebabkan pendapatan. Penandingan secara langsung atas dasar asosiasi ini menghadapai beberapa masalah teknis, masalah tersebut antara laian identifikasi kos produk, produk usang atau musiman, barang rusak, identifikasi kos nonproduk, dan biaya antisipasian.

Alokasi sistematik dan rasional merupakan proses penandingan dengan perioda sebagai penakar pendapatan dan biaya, sehingga proses ini sering disebut penandingan perioda. Keberatan terhadap penandingan ini adalah bahwa proses alokasi menimbulkan banyak metode alkoasi. Karena kseulitan penentuan pola penggunaan atau konsumsi manfaat ekonomik yang sebenarnya, metode alokasi yang dipilih sering tidak sejalan dengan pola penyerapan tersebut. namun terpdat pula alasan-alasan yang mendukung penandingan ini. alasan tersbut diantaranya banyak jenis biaya periode yang berkaitan dengan periode berjalan sehingga tidak terlalu menyimpang, merupkan hal yang sulit untuk mencari kaitan langsung antara biaya-biaya tertentu dengan pendapatan, serta beberapa alasan yang lainnya. Makna alokasi antarperioda adalah penundaan pembebanan.

Untuk dapat menentukan apakah kos jasa dibebankan langsung atau ditangguhkan kos jasa yang terjadi pada suatu perioda harus memenuhi kriteria, yaitu apakah kos jasa tersebut merupakan pengeluaran yang sah? apakah kos jasa tersebut merupakan pengeluaran yang normal dan wajar? apakah kos jasa tersebut merupakan faktor yang manfaat atau kontribusinya untuk masa datang secara mudah dapat diantisipasi? dan apakah kos jasa tersebut merupakan jenis pengeluaran yang terjadi berulang-ulang tiap perioda? Kalau kos jasa memenuhi kriteria di atas pada umumnya kos tersebut dapat dibebankan langsung pada perioda terjadinya kecuali untuk sediaan barang dan biaya prabayaran.

Alokasi bukan sarana penundaan rugi. Semua rugi yang nyata-nyata telah terjadi harus segera diakui tanpa harus memandang apakah rugi tersbut berkaitan dengan kegiatan utama perusahaan. Pembebanan arbitrer lebih valid dibanding penundaan pembebanan kos yang tidak lagi merepresentasi manfaat ekonomik.

SEDIAAN

Secara umum masalah teoritis sediaan berkaitan dengan pengukuran kos barang terjual dalam rangka penandingan dengan pendapatan dan masalah penilaian. Masalah pengukuran dan penilaian sediaan pada akhir perioda yaitu Penentuan besarnya kos barang terjual untuk ditandingkan dengan penjualan sehingga dapat ditentukan besarnya laba perusahaan. Penentuan ini melibatkan berbagai metoda asosiasi seperti identifikasi khusus, masuk pertama keluar pertama (FIFO), rata-rata berbobot, sediaan normal/minimal dan masuk terakhir keluar pertama (LIFO) sebagai dasar pemecahan kos produksi menjadi kos melekat pada sediaan dan yang melekat pada barang terjual. Masalah lain yang berkaitan dengan sediaan adalah penentuan nilai sediaan sebagai unsure aset lancar perusahaan. Penentuan nilai sediaan sangat penting untuk menilai likuiditas operasi perusahaan.

FASILITAS FISIS

Dalam hal fasilitas fisik, kos yang terjadi pada saat pemerolehan pada umumnya diakui sebagai aset dan baru kemudian kos tersebut diakui sebagai biaya sesuai dengan pola penyerapan manfaat. Fasilitas fisis memiliki beberapa kharakteristik, yaitu berwujud fisis dan dikuasai oleh perusahaan untuk mengolah dan memperlancar kegiatan operasi perusahaan, pada umumnya berumur panjang, bernilai bagi perusahaan lantaran kekuasaan atau hak perusahaan, serta pada umumnya merupakan aset nonmoneter.

Masalah unik yang berkaitan dengan penyerapan manfaat fasiitas fisis adalah penentuan kapasitas taksiran dalam kondisi tertentu dan pola penyerapan manfaat sampai dapat dikatakan bahwa manfaat telah habis. Walaupun konsumsi manfaat disertai dengan keausan fisis, namun tidak ada proses konsumsi secara fisis terhadap failitas bersangkutan. Maka dari itu, pembebanan kos fasilitas fisis tidak dapat didasarkan atas pengukuran fisis yang objektif tetapi lebih merupakan suatu kebijaksanaan atas dasar taksiran faktor-faktor tertentu.

Pembebanan kos secara sistematik selama taksiran umur pemakaian akan lebih sesuai dengan keadaan objektif dan masuk akal daripada pembebanan langsung seluruh kos pada saat pembelian atau pada saat pemberhentian. Bagian dari kos yang dibebankan untuk periode tertentu disebut depresiasi. Depresiasi merupakan suatu proses alokasi kos secara sistematik dan rasional dan jumlah rupiahnya diukur atas dasar bagian kos potensi jasa yang dianggap telah dimanfaatkan dalam menciptakan pendapatan. Depresiasi ini juga berlaku untuk tanah, sumber alam dan aset takberwujud seperti goodwill dan kos organisasi.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 69 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: