Kuliah Akuntansi

Perekayasaan Laporan Keuangan

Posted on: 14 Maret 2009

Akuntansi merupakan seperangkat pengetahuan yang mempelajari tentang perekayasaaan penyediaan jasa nasional berupa informasi keuangan kuantitatif unit-unit organisasi dalam suatu lingkungan negara tertentu, dengan kata lain agar manfaat aplikasi dapat dirasakan, pengetahuan perekayasaan harus diaplikasikan dalam suatu wilayah negara. Wujud dari aplikasi tersebut adalah pelaporan keuangan.

Pelaporan keuangan adalah struktur dan proses yang menggambarkan bagaimana informasi keuangan disediakan dan dilaporkan untuk mencapai tujuan pelaporan keuangan yang pada gilirannya akan membantu pencapaian tujuan ekonomik dan sosial negara.

Proses Perekayasaan

Perekayasaan pelaporan keuangan merupakan suatu proses pemikiran logis dan objektif untuk membangun suatu stuktur dan mekanisme pelaporan keuangan dalam suatu negara untuk mencapai tujuan negara. Perekayasaan pelaporan keuangan juga merupakan proses penalaran deduktif-normatif, dimana tujuan sosial dan ekonomik negara telah dianggap disepakati atau sesuatu yang berian dan menjadi premis dalam penalaran. Terdapat beberapa aspek di dalam proses perekayasaan pelaporan keuangan yang harus dipertimbangkan untuk menghasilkan suatu rerangka akuntansi, aspek-aspek tersebut diantaranya adalah pernyataan prostulat yang menggambarkan unit usah-usaha, pernyataan tentang tujuan pelaporan keuangan, evaluasi kebutuhan informasi pemakai laporan, dan sebagainya.

Proses di dalam perekayasaan bukan merupakan upaya perseorangan, melainkan merupakan upaya dari tim yang melibatkan berbagai disiplin intelektual dan kekuatan poitik. Hal ini disebabkan perekayasaan merupakan proses serius yang berdampak luas dan berjangka panjang. oleh karena itu, badan legislatif pemerintah mempunyai peran yang penting dalam hal perekayasaan, dan hasilnya dituangkan dalam dokumen resmi yang disebut rerangka konseptual yang fungsinya dapat dianalogi dengan konstitusi.

Dari segi aspek semantik, perekayasaan pelaporan keuangan merupakan suatu proses dalam memilih dan menyimbolkan objek fisis kegiatan perusahaan yang relevan menjadi objek-objek laporan keuangan, sehingga para pemakai laporan keuangan dapat mempunyai gambaran mengenai kegiatan fisis perusahaan tanpa harus menyaksikan kegiatan fisis tersebut.

Untuk mencapai suatu kualitas yang handal, proses dari perekayasaan pelaporan keuangan harus dilaksanakan melalui beberapa tahapan dan prosedur yang seksama dan teliti. Hal ini diperlukan karena dokumen yang dihasilkan dari proses perekayasaan akan memiliki status sebagai dokumen resmi.

Konsep Informasi Akuntansi

Salah satu hal penting di dalam definisi akuntansi adalah informasi keuangan. Sederatan angka dalam akuntansi belum tentu merupakan sebuah informasi jika angka-angka tersebut tidak mempunyai makna atau nilai bagi pembacanya. Nilai dari informasi adalah kemampuan informasi untuk meningkatkan pengetahuan dan keyakinan pemakai dalam pengambilan keputusan.

Rerangka konseptual

Rerangka konseptual merupakan jawaban atas pertanyaan perekayasaan yang akan menjadi konsep terpilih yang yang dituangkan dalam dokumen resmi. Rerangka konseptual sebagai dokumen resmi hasil perekayasaan sering disebut juga sebagai seperangkat prinsip umum, seperangkat doktrin, atau suatu struktur konsep-konsep yang terpadu atau saling berkaitan.

Rerangka konseptual ini akan menjadi landasan untuk memecahkan masalah-masalah perlakuan akuntansi disamping itu tuga melindungi profesi akuntansi dari politisasi untuk kepentingan pihak yang tidak semestinya sehingga kepentingan umum dikorbankan.

Terdapat beberapa model di dalam rerangka konseptual. Salah satu model yang banyak dikenal saat ini adalah rerangka konseptual yang dikembangkan oleh FASB. Terdapat empat komponen penting dalam model ini, yaitu: tujuan pelaporan keuangan, kriteria kualitas informasi, elemen-elemen statemen keuangan, dan pengukuran dan pengakuan. Empat komponen tersebut membentuk satu kesatuan yang saling berkaitan.

Model rerangka konseptual yang lain, adalah rerangka konseptual versi IASC. Rerangka konseptual ini juga disebut Framework

for the Preparation and of Financial Statement atau oleh IAI diterjemahkan sebagai Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan. Ruang lingkup penerapan standar IASC adalah internasional, sehingga tidak relevan bagi kharakteristik lingkungan negara, sedangkan rerangka konseptual versi FASB memperhatikan faktor lingkungan dalam penyusunannya sehingga lebih menggambarkan suatu hasil proses perekayasaan yang merupakan konsekuensi dari pengertian akuntansi sebagai tekhnologi.

FASB juga mencanangkan agar rerangka konseptual mengandung aspek kependidikan kepada pemakai, dengan memasukkan deskripsi, argumen, dan penalaran yang cukup rinci dalam tiap uraian konsep. Sehingga rerangka konseptual versi FASB ini dapat dipandang sebagai suatu teori deduktif-normatif untuk mengetahui lebih baik mengapa konsep tertentu dipilih bukan yang lain dan apa implikasinya.

Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU)

Prinsip Akuntansi Berterima Umum merupakan rerangka pedoman untuk menentukan perlakuan akuntansi yang tepat atau wajar dalam suatu lingkungan akuntansi (negara). PABU ini dibentuk oleh 2 pedoman yaitu: pedoman yang ditentukan secara resmi oleh badan yang berwenang dalam bentuk standar akuntansi atau juga pedman-pedoman yang baik dan tengah banyak dipraktikkan dapat digunakan sebagai acuan bila hal tersebut tidak bertentangan dengan rerangka konseptual atau didukung berlakunya secara autoritatif.

PABU memberi batasan atau definisi berbagai elemen, pos, atau objek statemen keuangan atau istilah yang digunakan dalam pelaporan keuangan agar tidak terjadi kesalahan klasifikasi oleh penyusun dan kesalahan interpretasi oleh pemakai.

Terdapat tiga konsep atau tiga istilah penting yang sangat berbeda maknanya, yaitu: prinsip akuntansi, standar akuntansi, dan prinsip akuntansi berterima umum. Prinsip Akuntansi adalah segala idiologi, gagasan, asumsi, konsep, prostulat, kaidah, prosedur, metode, dan teknik akuntansi yang tersedia baik secara teoritis maupun praktis yang berfungsi sebagai pengetahuan.

Standar Akuntansi adalah konsep, prinsip, metoda, teknik, dan lainnya yang sengaja dipilih atas dasar rerangka konseptual oleh badan penyusun standar (atau yang berwenang) untuk diberlakukan dalam suatu lingkungan/negara dan dituangkan dalam bentuk dokumen resmi guna mencapai tujuan pelaporan keuangan negara tersebut. Istilah atau konsep yang ketiga adalah PABU, PABU adalah suatu rerangka pedoman yang terdiri atas standar akuntansi dan sumber-sumber lain yang didukung berlakunya secara resmi (yuridis), teoritis, dan praktis.


Isi PABU Sebagai Rerangka Pedoman
Rerangka pedoman berisi komponen-komponen yang tersusun secara hierarkis baik atas dasar tingkat konseptual maupun auotoritas. Rerangka pedoman ini mengalami perkembangan sesuai dengan kebutuhan praktik dan profesi, sehingga memunculkan beragam versi mengenai PABU. Versi-versi PABU yang muncul adalah PABU versi APB, versi Rubin, versi SAS No. 69 dan versi SPAP.

PABU Versi APB ( Accounting Principle Board).

PABU dalam versi ini terdiri dari landasan konseptual seperti dalam rerangka konseptual versi FASB dan GAAP yang disebut landasan operasional atau praktik yang terdiri dari prinsip mendasar, prinsip operasi umum, dan prinsip terinci.

PABU menurut versi Rubin menganalogi tingkat keautoratifan yang membentuk suatu hirarki dengan suatu bentuk bangunan rumah. Ini menggambarkan PABU sebagai rerangka pedoman yang dideskripsikan oleh AICPA dalam SAS No 43. Hirarki dilukiskan sebagai lantai rumah bertingkat dengan fondasi berupa landasan konseptual. Tiap lantai menggambarkan tingkat keautoritatifan dengan landasan paling bawah berisi sumber yang paling autoritatif.

Pada PABU versi SAS No. 69.

menggambarkan GAAP sebagai dua hierarki pararel, satu untuk entitas nonkepemerintahan dan yang lain untuk entitas kepemerintahan. Sedangkan PABU versi SPAP adalah
PABU yang diambil dari SAS No.69 tetapi hanya diambil untuk entitas nonkepemerintahan (bisnis dan nonbisnis).

Struktur Akuntansi

Bila pengertian akuntansi, teori akuntansi, rerangka konseptual, dan prinsip akuntansi berterima umum digabungkan menjadi satu diagram, maka akan didapatkan apa yang disebut sebagai struktur akuntansi.

Untuk praktik akuntansi dalam negara Struktur Akuntansi menggambarkan pihak-pihak dan sarana-sarana yang terlibat dalam dan terpengaruh oleh perekayasaan informasi keuangan dan saling-hubungan antara berbagai pihak dan sarana tersebut. pihak-pihak yang terlibat meliputi individual dan institusi, misalnya penyusun standar, badan pembina pasar modal, perusahaan sebagai entitas, dan sebagainya. Selain menggambarkan pengertian akuntansi secara luas dan sempit, struktur juga mempunyai beberapa manfaat untuk menunjukkan bidang-bidang studi yang membentuk seperangkat pengetahuan akuntansi, profesi yang ditawarkan, dan fungsi auditor dalam praktik akuntansi.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 64 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: