Kuliah Akuntansi

Tujuan Sifat Dan Keterbatasan Laporan Keuangan

Posted on: 10 Juni 2011

Tujuan Laporan Keuangan

Tujuan Menurut PSAK (2009 : 1.2, 05). Tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam pembuatan keputusan ekonomi.Pembahasan mengenai tujuan laporan keuangan, umumnya menganggap bahwa laporan keuangan dipersiapkan untuk para pemakai yang tidak kenal atau calon pemegang saham. Jadi tujuan laporan keuangan, umumnya menyajikan informasi mengenai transaksi dan sumber-sumber dari perusahaan yang relevan. Misalnya data-data yang konkrit, juga kondisi perusahaan yang sebenarnya. Guna bahan pengambilan keputusan ekonomis oleh berbagai pihak yang berkepentingan. Meskipun banyak konsep tujuan laporan keuangan yang lainnya, namun pada prinsipnya memberikan gambaran yang sama.

Pembahasan mengenai tujuan laporan keuangan, umumnya menganggap bahwa laporan keuangan dipersiapkan untuk para pemakai yang tidak kenal atau calon pemegang saham. Jadi tujuan laporan keuangan, umumnya menyajikan informasi mengenai transaksi dan sumber-sumber dari perusahaan yang relevan. Misalnya data-data yang konkrit, juga kondisi perusahaan yang sebenarnya. Guna bahan pengambilan keputusan ekonomis oleh berbagai pihak yang berkepentingan.
Meskipun banyak konsep tujuan laporan keuangan yang lainnya, namun pada prinsipnya memberikan gambaran yang sama.

Sifat Laporan Keuangan

Laporan keuangan dipersiapkan atau dibuat dengan maksud untuk memberikan gambaran tentang laporan kemajuan (progress report) secara periodic yang dilakukan oleh pihak manajemen yang bersangkutan. Jadi laporan keuangan adalah bersifat historis serta menyeluruh dan sebagai suatu progress report.

Menurut Munawir (1992 : 6) laporan keuangan terdiri dari data-data yang merupakan hasil dari suatu kombinasi antara :
a. Fakta yang telah dicatat (report test), bahwa laporan keuangan ini dibuat atas dasar factor dari catatan akuntansi. Pencatatan ini didasarkan catatan historis dari peristiwa-peristiwa yang telah terjasi di masa lampau. Jumlah uang yang tercatat dinyatakan dalam harga pada waktu terjasinya peristiwa –peristiwa tersebut. Dengan sifat yang demikian itu, laporan keuangan tidak dapat mencerminkan posisi keuangan dari suatu perusahaan dan kondisi perekonomian yang paling akhir, karena segala sesuatunya sifatnya historis.
b. Prinsip dan kebiasaan dalam akuntansi, berarti data yang dicatat didasarkan pada prosedur maupun anggapan tertentu yang merupakan prinsip-prinsip akuntansi yang bersifat lazim. Hal ini dilakukan dengan tujuan memudahkan dalam pencatatan / keseragaman.
c. Pendapat pribadi (personal judgement), dimaksudkan bahwa walaupun pencatatan transaksi telah diatur oleh konvensi atau dalil-dalil dasar yang sudah ditetapkan dan menjadi standar praktek pembukuan, namun penggunaan dari konvensi dan dasar tersebut tergantung pada akuntansi atau manajemen yang bersangkutan. Pendapat ini tergantung pada kemampuan atau integritas pembuatannya yang dikombinasikan serta ahli akuntansi yang telah disetujui akan digunakan beberapa hal.

Keterbatasan Laporan Keuangan

Laporan keuangan sebagai hasil akhir proses akuntansi memiliki beberapa keterbatasan. Di dalam analisis laporan keuangan, Munawir (1992 : 9) menyatakan keterbatasan-keterbatasan tersebut adalah :
a. Laporan keuangan yang dibuat secara periode pada dasarnya merupakan intern report (laporan yang dibuat antara waktu tertentu yang bersifat sementara) dan bukan merupakan laporan final.
b. Laporan keuangan menunjukkan angka dalam rupiah yang kelihatannya bersifat pasti dan tepat, tetapi sebenarya dasar penyusunanya dengan standar nilai yang mungkin berbeda. Laporan keuangan dibuat tercantum dalam laporan keuangan hanya merupakan nilai buku yang belum tentu sama dengan harga pasar sekarang maupun nilai gantinya.
c. Laporan keuangan disusun berdasarkan hasil pencatatan transaksi keuangan atau nilai rupiah dari berbagai waktu lalu dimana daya beli (purchasing power) uang tersebut akan menurun dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, sehingga kenaikan volume penjualan yang dinyatakan dalam rupiah belum tentu mencerminkan bahwa unit yang dijual semakin besar. Mungkin kenaikan itu disebabkan karena naiknya harga jual barang tersebut yang mungkin juga akan diikuti dengan tingkat kenaikkan harga-harga. Jadi suatu pembuatan penyesuaian terhadap perubahan tingkat harga maka akan diperoleh kesimpulan yang keliru.
d. Laporan keuangan tidak dapat mencerminkan beberapa factor yang mempengaruhi posisi keuangan perusahaan karena faktor-faktor tersebut tidak dapat dinyatakan dalam satuan uang (dikuantifisir). Misalnya : reputasi dan prestasi perusahaan, kemampuan serta integritas manajernya dan sebagainya. Dengan memahami keterbatasan-keterbatasan tersebut diharapkan pada pemakai laporan keuangan lebih cermat dalam melakukan analisis

Pemakai Laporan Keuangan

Menurut Munawir (1992 : 2) pihak-pihak yang berkepentingan dengan posisi keuangan maupun perkembangan suatu perusahaan yaitu :
a. Pemilik perusahaan sangat berkepentingan terhadap laporan keuangan perusahaannya terutama untuk perusahaan-perusahaan dimana pemimpinnya diserahkan kepada orang lain seperti perseroan. Karena dengan laporan keuangan tersebut pemilik perusahaan akan dapat menilai sukses tidaknya manajer dalam memimpin perusahaannya. Dan kesuksesan seorang manajer dalam memimpin perusahaannya. Dan kesuksesan seorang manajer biasanya diukur dan dinilai berdasarkan laba yang diperoleh perusahaan. Dengan kata lain, laporan keuangan diperlukan oleh pemilik perusahaan untuk menilai kemungkinan hasil-hasil yang telah dicapai. Di masa yang akan dating bisa menaksirkan bagian keuangan yang akan diterima, dan perkembangan dari harga saham yang dimilikinya dan juga untuk menilai hasil yang telah dicapai.
b. Manajer atau pimpinan perusahaan, dengan mengetahui posisi keuangan periode yang baru lalu akan dapat menyususn perencanaan yang lebih baik, sistem pengawasan dan menentukan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang lebih tepat.
c. Para investor (penanam modal jangka panjang), bankers maupun para kreditur lainnya sangat berkepentingan atau memerlukan laporan keuangan perusahaan dimana mereka menanamkan modalnya.
d. Para kreditur dan bankers, sebelum mengambil keputusan untuk member /menolak permohonan kredit dari sutu perusahaan perlu memiliki terlebih dahulu posisi keuangan perusahaan yang bersangkutan.
e. Pemerintah, dimana perusahaan tersebut berdomisili sangat berkepentingan dengan laporan keuangan tersebut. Disamping untuk menentukan besarnya pajak yang harus ditanggung perusahaan juga sangat diperlukan oleh biro statistic, dinas perindustrian dan perdagangan serta tenaga kerja untuk perencanaan pemerintah.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 71 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: