Kuliah Akuntansi

Harga Pokok Produksi dan Harga Transfer

Posted on: 7 Desember 2011

Pengertian Harga Pokok Produksi
Suatu perusahaan perlu mengetahui tentang besarnya harga pokok produksi yang dihasilkan karena informasi ini dapat dijadikan sebagai salah satu pedoman dalam menentukan harga jual maupun untuk memperkirakan berapa keuntunga yang akan diperoleh dari hasil penjualan barang tersebut.
Harga Pokok Produksi menurut Hansen dan Mowen dalam bukunya ”Management Accounting” adalah sebagai berikut : “Harga pokok produksi adalah mewakili jumlah biaya barang yang diseleseikan pada periode tertentu”.(2004 ; 48)

Sedangkan menurut Supriyono dalam bukunya ”Sistem Pengendalian Manajemen” adalah sebagai berikut :
“Harga pokok produksi adalah aktiva atau jasa yang dikorbankan atau diserahkan dalam proses produksi yang meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya overhead pabrik dan termasuk biaya produksi”.
(2002 ; 11)

Dari pengertian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa harga pokok produksi adalah biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi suatu produk pada waktu tertentu yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik.

Fungsi Harga Pokok Produksi
Dalam perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan maupun masal, informasi harga pokok produksi bagi manajemen mempunyai fungsi yang cukup penting yang dikutip oleh Mulyadi dalam bukunya ”Akuntansi Manajemen” yaitu diantaranya :
“1. Menentukan harga jual
2. Memantau realisasi biaya produksi
3. Menghitung laba / rugi bruto periode tertentu
4. Menentukan harga pokok persediaan produk jadi dan produk dalam proses disajikan dalam neraca ”.
(2004 ; 48)
Berikut ini penjelasan dari kutipan diatas :
1. Menentukan harga jual
Dalam penetapan harga jual produk, biaya produksi merupakan salah satu data yang dipertimbangkan disamping data biaya lain serta data non biaya.
2. Memantau realisasi biaya produksi
Jika rencana produksi untuk jangka waktu tertentu telah diputuskan untuk dilaksanakan, manajemen memerlukan informasi biaya produksi yang sesungguhnya dikeluarkan didalam pelaksanaan rencana produksi tersebut.
3. Menghitung laba / rugi bruto periode tertentu
Untuk mengetahui perusahaan menghasilkan laba bruto atau mengakibatkan rugi bruto manajemen memerlukan informasi biaya produksi, informasi laba atau rugi bruto periodik diperlukan untuk mengetahui kontribusi produk dalam menutup biaya non produksi dan menghasilkan laba/ rugi.
4. Menentukan harga pokok persediaan produk jadi dan produk dalam proses disajikan dalam neraca
Pada saat manajemen dituntut untuk membuat pertanggungjawaban keuangan periodik, manajemen harus menyediakan laporan keuangan berupa neraca dan laporan laba / rugi didalam neraca. Untuk itu manajemen harus menyajikan harga persediaan produk jadi dan harga pokok produk yang pada tanggal neraca masih dalam proses.

Unsur-unsur Biaya Harga Pokok Produksi
Dalam penetapan harga transfer terdapat unsur-unsur biaya harga pokok produksi yang diantaranya adalah biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik.

Biaya Bahan Baku
Bahan baku merupakan bahan yang membentuk bagian menyeluruh produk jadi. Bahan baku yang diolah dalam perusahaan manufaktur dapat diperoleh dari pembelian lokal, impor, atau dari pengolahan sendiri.
Menurut Supriyono dalam bukunya ”Akuntansi Manajemen” adalah sebagai berikut :
“Biaya bahan baku adalah harga perolehan, berbagai macam bahan baku yang dipakai didalam kegiatan pengolahan produk”. (2000 ; 19)

Sedangkan menurut Mulyadi dalam bukunya ”Akuntansi Biaya” adalah sebagai berikut :
“Biaya bahan baku merupakan bahan yang membentuk bagian menyeluruh produk jadi”.(2000 ; 295)

Berdasarkan beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa biaya bahan baku biaya semua bahan yang digunakan untuk membentuk barang jadi dan dapat dimasukan kedalam perhitungan harga pokok produk jadi. Pertimbangan utama dalam menggolongkan suatu bahan kedalam bahan baku adalah mudahnya bahan baku tersebut dapat ditelusuri sampai barang jadi.

Biaya Tenaga Kerja Langsung
Biaya tenaga kerja adalah harga yang dibebankan untuk penggunaan tenaga kerja oleh manusia. Tenaga kerja merupakan usaha fisik atau mental yang dikeluarkan karyawan untuk mengolah produk.
Menurut Henry Simamora dalam bukunya ”Akuntansi Manajemen” adalah sebagai berikut :
“Biaya Tenaga Kerja Langsung adalah biaya tenaga kerja yang dapat ditelusuri secara fisik kedalam pembuatan produk dalam pembuatan produk dan bisa pula ditelusuri dengan mudah atau tampa banyak biaya”.
(2002 ; 37)

Sedangkan menurut Supriyono dalam bukunya ”Akuntansi Manajemen” adalah sebagai berikut:
“Biaya tenaga kerja langsung adalah balas jasa yang diberikan oleh perusahaan kepada tenaga kerja langsung ”.(2002 ; 194)

Biaya tenaga kerja dapat dibagi kedalam tiga golongan, yaitu:
1. Gaji dan upah reguler yaitu jumlah gaji dan upah bruto dikurangi dengan potongan-potongan seperti pajak penghasilan karyawan dan biaya asuransi hari tua.
2. Premi lembur
3. Biaya-biaya yang berhubungan dengan tenaga kerja

Biaya Overhead Pabrik
Biaya overhead pabrik merupakan biaya yang tidak berhubungan langsung dengan pembuatan suatu produk akan tetapi mempunyai prestasi, yang mana prestasinya dibutuhkan untuk membuat produk tersebut.
Menurut Henry Simamora dalam bukunya ”Akuntansi Manajemen” adalah sebagai berikut :
“Biaya overhead pabrik adalah meliputi semua biaya pabrikasi selain biaya bahan baku langsung dan biaya tenaga kerja langsung”.(2002 ; 38)

Sedangkan menurut Supriyono dalam bukunya ”Akuntansi Manajemen” adalah:
“Biaya overhead pabrik adalah semua elemen biaya produksi selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja”. (2000 ; 293)

Dalam hal ini unsur-unsur yang diperhitungkan dalam harga pokok produksi yaitu barang dalam proses awal ditambah biaya produksi selama periode tersebut yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik, yang akan menghasilkan harga pokok barang siap diproses. Jumlah ini dikurangi dengan harga pokok barang dalam proses akhir dan didapatlah Harga Pokok Produksi.

Metode Harga Pokok Produksi
Metode harga pokok produksi dalam perusahaan manufaktur tediri dari harga pokok proses (process costing) dan harga pokok pesanan (job order costing). Pemilihan harga pokok produk ini tergantung pada sifat kegiatan produksinya yang dijalankan oleh perusahaan. Karena yang menjadi objek penelitian adalah perusahaan manufaktur yang sifat kegiatan produksinya berdasarkan pesanan maka pembahasan harga pokok produksi dalam penelitian ini terfokus pada harga pokok pesanan (job order costing).
Menurut Mulyadi dalam bukunya ”Akuntansi Biaya”, dalam memeperhitungkan unsur-unsur biaya kedalam harga pokok produksi terdapat dua pendekatan yaitu : “Pendekatan Full Costing dan Variabel Costing”.
(Mulyadi, 2000;18)

Adapun penjelasan dari kutipan diatas adalah sebagai berikut :
1. Pendekatan Full Costing
Full Costng merupakan metode harga pokok produksi yang memperhitungkan semua unsur biaya produksi kedalam harga pokok produksi yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik.
Harga pokok produksi yang dihitung dengan pendekatan Full Costing terdiri dari unsur harga pokok produksi ditambah biaya non produksi.
2. Pendekatan Variabel Costing
Pendekatan VariabelCosting merupakanmetode harga pokok produksi yang hanya memperhitungkan biaya produksi yang berperilaku variabel kedalam harga pokok produksi, yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead variabel.

Hubungan Harga Transfer Dengan Harga Pokok Produksi
Menurut Henry Simamora dalam bukunya yang berjudul “Akuntansi Manajemen”memaparkan sebagai berikut:
“Tujuan lain penentuan harga transfer adalah untuk mengevaluasi kinerja, dengan demikian memotivasi divisi penjualan dan divisi pembelian menuju keputusan yang selaras dengan tujuan perusahaan secara keseluruhan”.
(2002 ; 288-289)

Yang dimaksud divisi penjual dan divisi pembeli pada kedua pemaparan diatas adalah suatu unit usaha, dimana bahwa dengan menetapkan harga transfer suatu unit usaha akan termotivasi untuk memaksimalkan labanya dengan mengendalikan pendapatan dan biaya sebaik-baiknya.
Harga pokok produksi yang merupakan informasi sebagai dasar dalam penilaian persediaan yang akan dipengaruhi oleh unsur yang membentuk harga pokok tersebut, dimana tujuan dari adanya perhitungan harga pokok produksi adalah untuk menentukan jumlah biaya dalam proses, selain itu juga dapat digunakan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan bagi manajemen perusahaan. Pengaruh harga transfer terhadap harga pokok produksi sangat besar sekali, karena dengan adanya harga transfer maka akan terawasi dan terkendalikan karena satu sama lain berpengaruh besar terhadap jalannya proses produksi. Harga pokok produksi pada suatu perusahaan akan dipengaruhi oleh pendekatan yang digunakan dalam menentukan unsur-unsur biaya produksi yang diperhitungkan dalam harga pokok produksi, dimana pendekatan dalam penetapan harga pokok produksi tersebut adalah metode full costng dan metode variabel costing

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 71 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: