Kuliah Akuntansi

Penalaran

Posted on: 19 Maret 2009

Ketersediaan

Kebersediaan untuk menerima bahwa suatu asersi adalah benar tanpa memperhatikan apakah argumen valid atau tidak atau apakah asersi tersebut benar atau tidak.

Sifat-sifat keyakinan

  • Keadabenaran
  • Bukan pendapat
  • Bertingkat
  • Berbias
  • Bermuatan nilai
  • Berkekuatan
  • Veridikal
  • Berketertempaan

Anatomi argumen

Anatomi argumen

Indikator argumen

Dalam suatu argumen atau penalaran yang kompleks, tidak selalu mudah untuk mengenali premis dan konklusi.

  • Indikator premis: oleh karena, karena, mengingat, dengan asumsi bahwa, jika
  • Indikator konklusi: oleh karena itu, dengan demikian, maka, sehingga, sebagai akibatnya
  • Cara mengenali: Prinsip/kaidah interpretasi terdukung (principle of charitable interpretation)

Jenis argumen

  • Deduktif
  • Nondeduktif:
    • Induktif
    • Analogi
    • Sebab-akibat

Argumen Deduktif

  • Argumen yang simpulannya diturunkan dari serangkaian asersi umum yang disepakati atau dianggap benar (disebut premis baik major maupun minor).
  • Pada umumnya berstruktur silogisma sehinga disebut argumen logis (logical argument).

Premis major: Semua binatang menyusui berparu-paru.
Premis minor: Kucing adalah binatang menyusui.
Konklusi: Kucing berparu-paru

Kriteria kebenaran argumen deduktif

  • Kelengkapan
  • Kejelasan
  • Kesahihan
  • Keterpercayaan

Kebenaran konklusi dalam argumen deduktif adalah kebenaran logis bukan kebenaran empiris (realitas).

Kriteria kebenaran logis:

  1. Semua premis benar
  2. Konklusi mengikuti semua premis
  3. Semua premis dapat diterima

Hubungan Premis dan Konklusi

Bila konklusi mengikuti premis secara logis, kebenaran logis konklusi bergantung pada kebenaran semua premis.

Hubungan premis dan konklusi dalam penalaran deduktif

Argumen induktif

  • Argumen yang simpulannya merupakan perampatan atau generalisasi dari keadaan atau pengamatan khusus sebagai premis.
  • Generalisasi menjadikan argumen induktif merupakan argumen ada benarnya (plausible argument) bukan argumen pasti benarnya atau logis (logical argument).

Premis: Satu biji jeruk dari karung A manis rasanya.
Premis: Beberapa biji berikutnya manis rasanya.
Konklusi: Semua jeruk dari karung A manis rasanya.

Konklusi tersebut ada benarnya, tetapi bisa saja salah. Tidak pasti benar.

Perbedaan argumen deduktif dan argumen induktif

Argumen sebab-akibat (causal generalization)

  • Argumen untuk mendukung bahwa perubahan faktor tertentu disebabkan oleh faktor yang lain.
  • Kriteria penyebaban:
    1. Faktor sebab bervariasi dengan faktor akibat (efek).
    2. Faktor sebab terjadi sebelum atau mendahului faktor akibat.
    3. Tidak ada faktor lain selain faktor sebab yang diidenfikasi.

Kecohan (Fallacy)

  • Keyakinan semu atau keliru akibat orang terbujuk oleh suatu argumen yang mengandung catat (faulty) atau tidak valid.
  • Orang dapat terkecoh akibat taktik membujuk selain dengan argumen yang valid.

Orang dapat mengecoh atau terkecoh lantaran:

  • Strategem
  • Salah nalar (reasoning fallacy)
  • Aspek manusia dalam berargumen

Kecohan lantaran Strategem

  • Persuasi taklangsung
  • Membidik orangnya
  • Menyampingkan masalah
  • Misrepresentasi
  • Imbauan cacah
  • Imbauan autoritas
  • Imbauan tradisi
  • Dilema semu
  • Imbauan emosi

Kecohan lantaran salah nalar

  • Menyangkal anteseden
  • Pentaksaan
  • Perampatan-lebih
  • Parsialitas
  • Pembuktian dengan analogi
  • Merancukan urutan kejadian
  • dengan penyebaban
  • Menarik simpulan pasangan

Kecohan lantaran aspek manusia

  • Puas dengan penjelasan sederhana
  • Kepentingan mengalahkan nalar
  • Sindroma tes kl

Penalaran

  • Proses berpikir logis dan sistematis untuk membentuk dan mengevaluasi suatu keyakinan terhadap suatu pernyataan atau asersi.
  • Menentukan secara logis dan objektif apakah suatu pernyataan valid (benar atau salah) sehingga pantas untuk diyakini atau dianut.
  • Struktur penalaran terdiri atas masukan, proses, dan keluaran.

Unsur atau komponen penalaran

  • Pernyataan atau asersi (assertion)
  • Keyakinan (belief)
  • Argumen (argument)
Proses dan struktur penalaran

Arti penting argumen

  • Serangkaian asersi beserta inferensi atau penyimpulan yang terlibat di dalamnya.
  • Simpulan dinyatakan pula dalam bentuk asersi.
  • Merupakan bukti rasional akan kebenaran suatu pernyataan.
  • Argumen membentuk, memelihara, atau mengubah keyakinan.

Asersi

  • Penegasan tentang sesuatu hal atau realitas yang dinyatakan dalam bentuk kalimat atau ungkapan.
  • Pengkuatifikasi asersi dimaksudkan untuk membatasi asersi universal/umum menjadi spesifik dan menentukan hubungan inklusi, eksklusi, saling-isi.
  • Pengkuantifikasi: sedikit, banyak, tak semua, beberapa, semua.

Penyajian asersi

Makna atau arti

Semua badan usaha milik negara adalah perusahaan pencari laba.

Struktur atau bentuk

Semua A adalah B.

Diagram

Penyajian asersi

Hubungan eksklusi

Tidak satupun A adalah B = Tidak satupun B adalah A

Diagram

Penyajian asersi

Hubungan inklusif

Semua A adalah B dapat bermakna tidak semua B adalah A

Diagram

Penyajian asersi

Hubungan saling-isi

Penyajian asersi

“Beberapa B adalah A”

Tanpa diagram tidak diketahui apakah:

  1. Ada sebagian A yang bukan B
  2. Semua A adalah B
  3. B sama dengan A
  4. Asersi menyangkal “Semua B adalah A”
  5. Asersi menegaskan “Tidak semua B adalah A”

“Beberapa B adalah A” tidak selalu sama dengan “Tidak semua B adalah A”

Penyajian asersi

Jenis dan fungsi asersi

Jenis:

  • Asumsi (assumption)
  • Hipotesis (hypothesis)
  • Pernyataan fakta (statement of facts)

Fungsi:

Sebagai pernyataan premis dan konklusi.

Kaidah/prinsip:

Kredibilitas konklusi tidak dapat melebihi kredibilitas terendah premis-premis yang diajukan dalam argumen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: