Kuliah Akuntansi

Aliran Dana

Posted on: 4 Juni 2011

Hubungan Aliran Dana Asing dan IHSG

Choe, Kho, dan Stulz (2001) menemukan bahwa sebelum krisis Asia, investor
institusional domestik di Korea cenderung melakukan perdagangan secara negative feedback artinya membeli saham-saham yang baru saja turun harganya dan menjual saham-saham yang baru saja naik. Investor asing, sebaliknya, melakukan positive feedback yaitu menjual saham yang turun dan membeli saham yang naik. Sedangkan Chen (2000) dalam kertas kerjanya
menyatakan bahwa di bursa Taiwan, investor asing adalah positive feedback traders.

investor asing, terutama investor institusi, mempunyai dampak besar terhadap pasar saham Indonesia. Pasar sangat sensitif terhadap
transaksi penjualan yang dilakukan investor asing kepada investor domestik.

Neal, Jones, Linnan, dan Neal (2002) juga menemukan bahwa identitas asing di BEJ sangat transparan pada setiap transaksi sehingga herding (ikut-ikutan) secara sengaja jauh lebih mudah. Mereka mendeteksi adanya herding dan perdagangan positive feedback oleh investor asing.

Froot dan Ramadorai (2001) menyatakan investor asing lebih unggul informasi daripada investor lokal.

Hubungan Kurs dan IHSG
Hubungan dinamis antara pergerakan nilai tukar (kurs) dan pasar modal sudah banyak diteliti. Kita ketahui bersama, untuk investor asing di BEI, perhitungan return dari investasi dalam portofolio saham di Indonesia tidak hanya dari kenaikan harga-harga saham dalam portofolionya. Mereka juga memperhitungkan nilai tukar atau kurs, biasanya kurs dolar AS,
dalam keputusan investasinya.

Secara umum, ada dua pendekatan untuk menganalisa hubungan kedua variabel itu (Novita dan Nachrowi, 2005). Menurut Novita dan Nachrowi, kedua pendekatan itu adalah pendekatan pasar barang tradisional, juga dikenal sebagai model kurs berorientasi aliran(flow-oriented) yang dikembangkan oleh Dornbusch dan Fischer (1980). Pendekatan lainnya adalah pendekatan portofolio atau stock-oriented yang dikembangkan Branson (1983) dan
Frankel (1983). Pendekatan tradisional menyatakan pergerakan kurs (nilai tukar) akan mempengaruhi daya saing internasional dan neraca pembayaran. Pengaruh ini pada akhirnya akan berimbas pada aliran kas perusahaan dan harga sahamnya.

Pendekatan portofolio berpendapat lain bahwa pasar modallah yang justru
mempengaruhi kurs melalui permintaan akan uang. Pendekatan ini menekankan adanya hubungan positif antara harga saham dan kurs, bahwa fluktuasi harga sahamlah yang mempengaruhi fluktuasi kurs. Harga saham yang turun akan membuat permintaan uang turun, yang pada akhirnya menyebabkan suku bunga juga turun. Mata uang yang suku bunganya turun selanjutnya akan mengalami depresiasi (pelemahan nilai tukar).

Hubungan Indeks Regional dan IHSG
Dengan semakin terintegrasinya perekonomian global dan menyatunya pasar uang beberapa negara dalam wilayah yang berdekatan, ketergantungan ekonomi suatu negara pada ekonomi dunia juga semakin besar. Demikian juga yang terjadi dengan pasar modal suatu negara.

Nachrowi dan Usman (2006) menjelaskan bahwa pasar modal yang kuat dapat
mempengaruhi pasar modal yang lemah. Sebagai salah satu pasar modal yang sedang berkembang, BEJ diduga sangat dipengaruhi indeks pasar saham dunia dan Asia yang berkapitalisasi besar yaitu Dow Jones Industrial Average (DJIA) dari bursa saham New York, Nikkei 225 (bursa saham Tokyo), dan Hang Seng (bursa saham Hong Kong). Indeks ketiga bursa itu dapat digunakan sebagai salah satu variabel independen yang menentukan
pergerakan IHSG.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 2,297,280 hits
%d blogger menyukai ini: