Kuliah Akuntansi

Kinerja Keuangan

Posted on: 1 Oktober 2011

Arti Penting Analisis Laporan Keuangan

Analisis terhadap laporan keuangan suatu perusahaan pada dasarnya dilakukan karena ingin mengetahui tingkat profitabilitas (keuntungan) dan tingkat risiko atau tingkat kesehatan suatu perusahaan. Analisis keuangan yang mencakup analisis rasio keuangan, analisis kelemahan dan kekuatan di bidang finansial akan sangat membantu dalam menilai prestasi manajemen masa lalu dan prospeknya di masa datang.

Laporan keuangan yang disusun secara baik dan akurat dapat memberikan gambaran keadaan yang nyata mengenai hasil atau prestasi yang telah dicapai oleh suatu perusahaan selama kurun waktu tertentu, keadaan inilah yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan. Apalagi informasi mengenai kinerja keuangan suatu perusahaan sangat bermanfaat untuk berbagai pihak, seperti investor, kreditur, pemerintah, bankers, pihak manajemen sendiri dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.

Jenis Laporan Keuangan

Laporan keuangan yang dikeluarkan oleh perusahaan biasanya terdiri dari :

1. Neraca; yaitu laporan yang sistematis tentang aktiva, hutang, modal dari suatu perusahaan pada suatu saat tertentu. Tujuan neraca adalah menunjukkan posisi keuangan suatu perusahaan pada suatu tanggal tertentu, biasanya pada waktu di mana buku-buku ditutup dan ditentukan sisanya pada suatu akhir tahun fiskal atau tahun kalender (misalnya pada tanggal 31 Desember 2002)

b. Laporan laba rugi; suatu laporan yang menunjukkan pendapatan dari penjualan, berbagai biaya, dan laba yang diperoleh oleh perusahaan selama periode tertentu.

c. Laporan saldo laba; menunjukkan perubahan laba ditahan selama periode tertentu.

d. Laporan arus kas; Menujukkan arus kas selama periode tertentu.

e. Catatan atas laporan keuangan; berisi rincian neraca dan laporan laba rugi, kebijakan akuntansi, dan lain sebagainya.

Analisa Rasio Keuangan

Analisis laporan keuangan yang banyak digunakan adalah analisis tentang rasio keuangan. Berdasarkan sumber analisis, rasio keuangan dapat dibedakan menjadi :

a. Perbandingan Internal (Time Series Analysis) yaitu membandingkan rasio-rasio finansial perusahaan dari satu periode ke periode lainnya.

b. Perbandingan Eksternal (Cross Sectional Approach) yaitu membandingkan rasio-rasio antara perusahaan satu dengan perusahaan yang lainnya yang sejenis pada saat yang bersamaan atau membandingkannya dengan rasio rata-rata industri pada saat yang sama.

Jenis rasio laporan keuangan, biasanya dikelompokkan ke dalam lima kelompok rasio, (R. Agus Sartono, 1998), yaitu :

1) Liquidity Ratio yaitu rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka pendek tepat pada waktunya. Liquidity Ratio yang umum digunakan antara lain :

a) Current Ratio, merupakan alat ukur bagi kemampuan likuiditas (solvabilitas jangka pendek) yaitu kemampuan untuk membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar.

Formulasinya : Current Ratio = Current Assets / Currents Liabilities

b) Quick Ratio, merupakan alat ukur bagi kemampuan perusahaan untuk membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar yang lebih likuid.

Formulasinya : Quick Ratio = (Currents Assets – Inventory) / Current Liabilities

2) Activity Ratio merupakan alat ukur sejauh mana efektivitas perusahaan dalam menggunakan sumber daya – sumber dayanya. Rasio – rasio ini antara lain :

a) Receivable Turn Over = Sales / Account receivable.

b) Periode Pengumpulan Piutang (Average collection period) = 360 / Receivable turnover.

c) Inventory Turnover, yaitu rasio untuk mengukur efisiensi penggunaan persediaan atau rasio untuk mengukur kemampuan dana yang tertanam dalam persediaan untuk berputar dalam suatu periode tertentu.

Formulasinya : Inventory Turnover = Cost of Goods Sold / Average Inventory

d) Average days in inventory = 360 / Inventory turnover

e) Total Assets Turnover, yaitu rasio untuk mengukur efisiensi penggunaan aktiva secara keseluruhan.

Formulasinya : Total Assets Turnover = Sales / Total Assets

3) Leverage Ratio yaitu rasio untuk mengukur seberapa besar perusahaan dibiayai dengan hutang. Rasio -rasio ini antara lain :

a) Debt To Total Assets Ratio, yaitu rasio yang menghitung berapa bagian dari keseluruhan kebutuhan dana yang dibiayai dengan hutang.

Formulasinya : Debt To Total Assets Ratio = Total Liabilities / Total Assets

b) Time Interest Earned Ratio, yaitu rasio untuk mengukur seberapa besar keuntungan dapat berkurang (turun) tanpa mengakibatkan adanya kesulitan keuangan karena perusahaan tidak mampu membayar bunga.

Formulasinya : Time interest earned ratio:= Earning Before Interest and Tax / Interest Expense

4) Profitability Ratio yaitu rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan dari penggunaan modalnya. Rasio ini antara lain : Gross profit margin = Gross profit / Sales

Operating profit margin = EBIT / Sales

Net profit margin = EAT / Sales

Return on assets = EAT / Total assets

Return on equity = EAT / Equity

5) Market Value Ratios;

a. Dividend payout ratio = Dividend / EAT

b. Dividend yield = Dividend per share / Price per share

c. Earning per-share = EAT / Number of share outstanding

d. Price earning ratio = Price per share / Earning per share

e. Price book value ratio = Price per share / Book value per share

Yang dimaksud dengan :
Liquidity Ratio, yaitu rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka pendek tepat pada waktunya, membaik.

– Activity Ratio, merupakan alat ukur sejauh mana efektivitas perusahaan dalam menggunakan sumber dayanya, terdiri dari beberapa indikator; Receivable Turn Over (membaik), Average collection period (membaik), Inventory Turnover / yaitu rasio untuk mengukur efisiensi penggunaan persediaan atau rasio untuk mengukur kemampuan dana yang tertanam dalam persediaan untuk berputar dalam suatu periode tertentu (membaik), Average days in inventory (membaik), Total Assets Turnover / yaitu rasio untuk mengukur efisiensi penggunaan aktiva secara keseluruhan (memburuk).

– Leverage Ratio, yaitu rasio untuk mengukur seberapa besar perusahaan dibiayai dengan hutang. Rasio -rasio ini antara lain : Debt To Total Assets Ratio, yaitu rasio yang menghitung berapa bagian dari keseluruhan kebutuhan dana yang dibiayai dengan hutang (memburuk), Time Interest Earned Ratio, yaitu rasio untuk mengukur seberapa besar keuntungan dapat berkurang (turun) tanpa mengakibatkan adanya kesulitan keuangan karena perusahaan tidak mampu membayar bunga (membaik).

– Profitability Ratio yaitu rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan dari penggunaan modalnya. Rasio – rasio ini antara lain : Gross profit margin (membaik), Operating profit margin (membaik), Net profit margin (membaik), Return on assets (memburuk), dan Return on equity (membaik).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: