Kuliah Akuntansi

A. Pengertian Pendapatan
Banyak pengertian pendapatan telah dikemukakan oleh para ahli akuntansi, dimana dari setiap pengertian ini ada perbedaan. Hal ini disebabkan karena adanya penafsiran yang berbeda antara penulis yang satu dengan penulis yang lain. Konsep pendapatan sering dikaitkan dengan prosedur akuntansi tertentu dan mengenai kapan pendapatan harus dilaporkan. Dalam SAK No. 23 (1999:2) pengertian dari pendapatan adalah sebagai berikut :
…..arus masuk bruto dan manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama satu periode, bila arus masuk itu mengakibatkan kenaikan ekuitas (modal) yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal

Pengertian pendapatan yang diberikan oleh SAK adalah pengertian pendapatan dalam arti luas. Sedangkan menurut pandangan sempit, hanya hasil aktivitas yang menciptakan pendapatan investasi, dan keuntungan atau kerugian penjualan aktiva tetap tidak termasuk pendapatan.
Dalam definisi pendapatan (revenue) sebagai produk dari perusahaan, pengurangan dilakukan berdasarkan nilai tukar (cash equivalent) masih belum jelas pada titik yang mana pendapatan ini harus diukur dan dilaporkan. Untuk itu pendapatan membutuhkan kapasitas mengenai pengukuran dari pendapatan tersebut.

B. Waktu Pengakuan Pendapatan
Menurut Sofyan Safri Harahap (1993:242) secara teoritis waktu pengakuan pendapatan dapat diakui pada berbagai saat berikut :

1. Selama Berlangsungnya Produksi (Production Basis)
Ini terlihat pada kontrak pembangunan yang bersifat jangka panjang pada proses peningkatan nilai secara ilmiah (Accretion) dan Accrual.
a. Accretion
Adalah pelaporan pendapatan dalam masa produksi dengan cara mengakui kenaikan nilai karena pertumbuhan alamiah atau karena pertambahan umur. Pertumbuhan alamiah atau pertambahan umur ini dari pandangan ekonomi merupakan proses produksi. Contoh dari accretion ini dapat dilihat pada peternakan, kehutanan, dan bertambahnya nilai karena proses penuaan dari pada anggur.
b. Accrual
Contoh dari pelaporan revenue selama berlangsungnya produksi adalah accrual daripada jasa-jasa yang diberikan. Jumlah atau besarnya pendapatan biasanya juga telah ditetapkan, misalnya dengan kontrak atau perjanjian lainnya, biaya-biaya yang berhubungan dengan pendapatan ini juga dapat ditentukan bersamaan dengan pendapatannya. Hal ini biasanya dapat dijumpai pada “kontrak jangka panjang”.
2. Sesudah Produk Selesai
Pelaporan pendapatan setelah selesainya produksi tergantung pada kepastian mengenai harga jual dan besarnya biaya tambahan (di luar biaya produksi). Apabila telah ada kontak penjualan dan penyerahan hasil produksi yang pasti, maka harga jual dapat diketahui dan begitu juga dengan biaya penjualan.
Kriteria utama untuk pengakuan pendapatan ini adalah :
– Adanya harga pasar yang relatif stabil dan aktif
– Tidak adanya biaya pemasaran yang besar
– Adanya kemungkinan penukaran-penukaran unit-unit fisik tanpa pengaruh apa-apa terhadap harga jual (interchange ability of unit) misalnya : suatu balok emas dapat ditukarkan dengan balok emas lainnya untuk berat yang sama.
3. Pada Saat Penjualan (Accrual Basis)
Dari pandangan yuridis formil penjualan terjadi apabila ada perpindahan hak dan suatu klaim pembayaran yang timbul. Maka biasanya para akuntan mengakui adanya penjualan pada saat penyerahan barang kepada langganan.
Pelaporan pendapatan pada saat penjualan didasarkan pada :
– Harga jual telah dapat ditentukan dengan pasti.
– Produk yang telah dijual telah meninggalkan perusahaan dan diganti dengan suatu asset yang lain, jadi pertukaran telah terjadi.
– Untuk kebanyakan perusahaan, penjualan merupakan peristiwa keuangan yang paling penting dalam kegiatan ekonominya.
– Kebanyakan biaya produksi atau pengadaan produksi tersebut telah dikeluarkan atau dapat ditentukan dengan mudah.
4. Pada Saat Penagihan Kas (Cash Basis)
Pelaporan pendapatan pada teori ini mempunyai dua kriteria tentang penundaan pengakuan pendapatan sampai saat penerimaan tunai, yaitu :
– Apabila tidak mungkin mengukur nilai aktiva yang diterima secara cukup tepat.
– Apabila masih ada biaya-biaya yang material jumlahnya yang masih harus dikeluarkan, dan biaya-biaya ini tidak dapat ditaksir jumlahnya secara tepat.
Biasanya hal ini terjadi pada penjualan cicilan atau instalment sales, dimana tagihan sering diragukan karena pembeli mempunyai kecenderungan “besar pasak daripada tiang” atau membeli diluar kesanggupannya untuk membayar secara tunai (cash).
Sudah menjadi ketentuan umum bahwa pendapatan diperoleh selama tahap siklus operasi yakni selama penerimaan pesanan, produksi, penjualan dan penagihan. Karena kesulitan mengalokasikan penghasilan dan pendapatan ke berbagai tahap siklus operasi yang berbeda-beda, maka para akuntan telah mendasarkan kepada prinsip realisasi dalam rangka menentukan waktu pengakuan pendapatan.

C. Metode Pengakuan Pendapatan
Dasar-dasar pengakuan pendapatan yang dijelaskan pada bagian-bagian terdahulu, yang relevan dengan pengakuan pendapatan untuk perusahaan konsultansi adalah pengakuan pendapatan selama berlangsungnya produksi.
Para ahli akuntansi telah menciptakan dua metode pengakuan pendapatan yang digunakan pada perusahaan konsultan. Metode tersebut disusun oleh The AICPA Issuance pada tahun 1955, disitu disebutkan bahwa dua metode yang umumnya digunakan adalah :
1. The Percentage of Completion Method atau Metode Persentase Penyelesaian.
Menurut metode persentase penyelesaian, perusahaan akan mengakui pendapatan dan beban sesuai dengan tingkat kemajuan penyelesaian kontrak dan tidak menunggu sampai kontrak selesai. Jumlah pendapatan yang diakui didasarkan pada ukuran tertentu dan kemajuan penyelesaian kontrak. Pengukuran ini memerlukan suatu taksiran mengenai biaya-biaya yang masih harus dikeluarkan. Biaya-biaya yang sebenarnya dikeluarkan dan laba yang akan diakui selama periode pembangunan dibebankan pada persediaan, yaitu bangunan dalam pelaksanaan. Jika suatu perusahaan memproyeksikan suatu kerugian atas kontrak sebelum penyelesaian, jumlah seluruh kerugian harus segera diakui.
Inti dari metode ini adalah bahwa pendapatan diakui secara proporsional dengan kemajuan dari pekerjaan di bawah perjanjian suatu kontrak. Yang menjadi titik perhatian dari metode persentase penyelesaian adalah bagaimana mengukur tingkat atau persentase penyelesaian yang mendekati kenyataannya.
2. The Completed Contract Method atau Metode Kontrak Selesai
Menurut metode kontrak selesai, pendapatan baru diakui setelah suatu kontrak selesai dikerjakan. Maksudnya disini bahwa pendapatan baru diakui hanya jika penjualan barang atau jasa telah selesai. Dengan demikian jika dalam suatu periode akuntansi tidak ada satupun kontrak yang diselesaikan maka tidak ada pencatatan atas rugi laba kontrak.
Metode kontrak selesai sebaiknya digunakan apabila suatu perusahaan terutama mempunyai kontrak-kontrak jangka pendek, apabila kondisi-kondisi untuk menggunakan akuntansi persentase penyelesaian tidak dipenuhi, atau apabila ada ketidakpastian yang melekat dalam kontrak diluar resiko-resiko usaha yang normal.
Kebaikan dari metode kontrak selesai adalah laporan pendapatan didasarkan pada hasil akhir, bukan merupakan taksiran pekerjaan yang belum pasti, serta tidak dikenal adanya unsur biaya tidak terduga juga tidak adanya kemungkinan kerugian yang tidak dapat diperhitungkan pada saat penetapan laba.
Sedangkan kelemahannya yaitu bahwa metode itu tidak mencerminkan prestasi kerja masa berjalan bila periode kontrak lebih dari satu periode akuntansi, artinya bahwa pendapatan belum akan dilaporkan sampai tingkat pekerjaan terselesaikan, meskipun pekerjaan yang dilakukan ada pada beberapa periode akuntansi.
Dari kedua macam metode pengakuan pendapatan tersebut, pembahasan akan dititikberatkan pada metode kontrak selesai dengan anggapan bahwa bentuk tersebut lebih relevan dengan permasalahan yang akan dibahas, yaitu pengakuan pendapatan pada proyek yang memakan waktu tidak lebih dari satu periode akuntansi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog Stats

  • 2,371,812 hits
%d blogger menyukai ini: