Kuliah Akuntansi

Archive for Februari 2013

Pengertian Balanced Scorecard
Balanced Scorecard terdiri dari 2 suku kata yaitu kartu nilai (sorecard) dan berimbang (balanced). kartu nilai (scorecard) adalah kartu yang digunakan untuk mengukur kinerja personil yang dibandingkan dengan kinerja yang direncanakan serta dapat digunakan sebagai evaluasi, sedangkan berimbang (balanced) adalah pengukuran kinerja personil secara berimbang dari dua aspek yaitu aspek finansial dan non-finansial, jangka pendek dan jangka panjang, intern dan ekstern. sehingga, apabila kartu skor personil digunakan untuk merencanakan skor yang hendak diwujudkan di masa depan, personil tersebut harus memperhitungkan keseimbangan dua aspek tersebut diatas. jadi Balanced scorecard adalah :
a) Alat mengukur strategi secara komperehensif dengan pola manajemen strategis (Mulyadi, 2001)
b) Perangkat manajemen kontemporer yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan organisasi dalam melipat gandakan kinerja keuangan
Sebelum tahun 1990an manajemen hanya mengukur kinerja dari perspektif keuangan, sehingga manajemen cenderung mengabaikan kinerja non keuangan seperti kepuasan pelanggan, produktifitas, dan keefektifan proses yang digunakan untuk menghasilkan produk atau jasa, pemberdayaan dan komitmen karyawan dalam menghasilkan produk atau jasa bagi kepuasan pelanggan.
Awal 1992, Robert Kaplan dan David Norton mempublikasikan dalam Harvard Business Review metode pengukuran mereka : ‘The Balanced Scorecard_Measures That Drive Performance’. Balanced Scorecard adalah alat yang menyediakan pada para manajer pengukuran komperehensif bagaimana organisasi mencapai kemajuan lewat sasaran-sasaran strategisnya, menciptakan proposisi nilai pelanggan yang berbeda dan hasil finansial yang lebih unggul. mereka menempatkan Balanced Scorecard sebagai alat bagi organisasi (termasuk yang berasal dari sektor publik dan non-profit) untuk mengelola kebutuhan pemegang saham relevan nya.
Selain itu, Balanced Scorecard merupakan alat untuk memperbaiki aliran informasi dan komunikasi antara top eksekutif dan manajemen menengah dalam perusahaan, memperbaiki sistem konvensional pengontrolan dan akuntansi dengan memperkenalkan fakta lebih kualitatif dan non-finansial.
Pertimbangan sasaran finansial serupa dengan sistem tradisional manajemen dan akuntansi. satu perbaikan penting dari Balanced Scorecard terletak pada fokusnya mendorong nilai bagi profitabilitas masa depan perusahaan. perspektif pasar bertujuan mengidentifikasi segmen pelanggan dan pasar relevan yang berkontribusi pada sasaran finansial. dalam perspektif internal proses, perusahaan harus mengidentifikasi dan menstrukturkan secara efisien proses-proses pendorong nilai internal yang vital terkait dengan sasaran pelanggan dan pemegang saham. perspektif organizational development akhirnya mencoba menggambarkan semua aspek terkait dengan staf dan organisasi yang vital pada proses reengineering organisasi.
Balanced Scorecard mentransformasikan strategi ke dalam aksi pelaksanaan, menekankan penting nya pelatihan teratur, tambahan komunikasi strategi internal, dan pengukuran-pengukuran sasaran-sasaran terdefinisi diseluruh perusahaan. melalui penataan sasaran lebih ambisius, menetapkan definisi pengukuran-pengukuran strategis, dan integrasi strategi terkait jangka panjang kedalam proses penganggaran tahunan, Balanced Scorecard akan memperbaiki sistem manajemen yang ada pada saat ini.
Asumsi dasar dalam penerapan Balanced Scorecard pada sutu organisasi adalah institusi penciptaan kekayaan, maka dari itu semua kegiatan nya harus dapat menghasilkan tambahan kekayaan, baik secara langsung maupun tidak langsung.
2. Empat Perspektif Balanced Scorecard
Untuk lebih jelasnya Kaplan dan Norton (2000:41) menguraikan empat perspektif sebagai berikut :
1) Perspektif keuangan
Balanced Scorecard menggunakan tolak ukur kinerja keuangan. Weston & Copeland (1992:237) membagi tiga alat ukur kinerja perusahaan dalam perspektif keuangan yaitu :
a) Return On Invesment sebagai alat ukur kinerja yang mengukur efektivitas manajemen berdasarkan hasil pengembalian yang dihasilkan dari investasi
b) Profit Margin on Sales menunjukkan kemampuan perspektif dalam meraih laba bersih setiap penjualan.
c) Growth Rate in Sales yang mengukur tingkat pertumbuhan penjualan dengan membandingkan prosentase kenaikan penjualan dari periode sebelum nya.
Tolak ukur tersebut secara umum digunakan dalam organisasi yang mencari laba. tolak ukur keuangan memberikan bahasa umum untuk mencari laba, tolak ukur keuangan memberi bahasa umum untuk menganalisa dan membandingkan perusahaan. orang – orang yang menyediakan dana untuk perusahaan seperti lembaga keuangan dan pemegang saham, sangat mengandalkan tolak ukur kinerja keuangan yang didesain dengan baik dapat memberikan pandangan agregat keberhasilan suatu organisasi.
Tolak ukur keuangan adalah penting. akan tetapi, tidak cukup mengarahkan kinerja dalam menciptakan nilai (value). tolak ukur non-keuangan juga tidak memadai untuk menyatakan angka paling bawah. Balanced Scorecard mencari suatu keseimbangan dari tolak ukur kinerja yang multiple. baik keuangan maupun non-keuangan untuk mengarahkan kinerja organisasional terhadap keberhasilan.
2) Perspektif pelanggan
Manager mengidentifikasikan segmen pelanggan dan segmen pasar dimana perusahaan akan beroperasi kemudian mengukur kinerja perusahaan berdasarkan dari segmen tersebut. untuk menghasilkan dampak yang maksimum setiap ukuran harus disesuaikan dengan kelompok pelanggan. sasaran yang diharapkan memberi pertumbuhan dan profitabilitas yang besar.
3) Perspektif proses bisnis internal
Terdapat hubungan sebab akibat antara perspektif pembelajaran dan pertumbuhan dengan perspektif usaha internal dan proses produksi karyawan yang merupakan sumber ide baru yang terbaik untuk proses yang lebih baik.
Metode Balanced Scorecard membagi pengukuran dalam perspektif proses bisnis internal menjadi tiga macam :
a) Proses inovasi
Dalam proses ini inovasi dibagi menjadi dua bagian yaitu mengidentifikasi kebutuhan pasar dan menciptakan produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhan pasar tersebut. keduanya merupakan bagian yang terkait.
b) Proses operasi
Proses untuk membuat dan menyampaikan produk dan jasa. pengukuran kinerja yang terkait dalam proses operasi dikelompokkan pada waktu kualitas dan biaya.
c) Proses pelayanan purna jual
Kegiatan layanan yang dilakukan mencakup garansi atas barang rusak dan dikembalikan. perusahaan berusaha memenuhi keinginan pelanggan. dalam hal ini pelayanan purna jual yang berkualitas tinggi.
pengukuran yang digunakan adalah sama dengan yang digunakan untuk kegiatan operasi yaitu waktu, kualitas, dan biaya.
4) Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan
Perusahaan dalam hal ini harus memperhatikan faktor-faktor dalam proses belajar dan berkembang. menurut Yuwono, Sukarno, Iksan (2000:42) faktor-faktor tersebut antara lain :
a) Kemampuan pekerja
Salah satu perubahan yang dramatis dalam pemikiran manajemen selama lima belas tahun terakhir ini adalah peran para pegawai dalam organisasi. untuk perencanaan dan upaya implementasi reskilling pegawai yang menjamin kecerdasan dan kreatifitas nya dapat dimobilisasi untuk mencapai tujuan organisaasi.
b) Kemampuan sistem informasi
Bagaimana juga meski motivasi dan keahlian pegawai telah mendukung pencapaian tujuan perusahaan, masih diperlukan informasi yang terbaik.
dengan kemampuan sistem informasi yang memadai, kebutuhan tepat waktu dapat dipenuhi dengan sebaik-baik nya.
c) Motivasi, pemberdayaan, dan pensejajaran
Perspektif ini penting untuk menjamin adanya proses yang berkesinambungan terhadap upaya pemberian motivasi dan inisiatif yang sebesar-besar nya bagi pegawai. paradigma manajemen terbaru menjelaskan bahwa proses pembelajaran sangat penting bagi pegawai untuk menjelaskan trial and error sehingga turbulensi lingkungan sama-
sama dicoba dan dikenali. tidak saja oleh jenjang manajemen strategis tetapi juga oleh segenap pegawai sesuai dengan kompetisi masing-masing.
3. Sasaran Strategik Balanced Scorecard
Balanced Scorecard dalam penerapan pada perusahaan mempunyai sasaran strategik yang harus di wujudkan dalam usahanya. menurut Mulyadi (2001:125) sasaran strategik yang terdapat dalam Balanced Scorecard. ada empat yang perlu di wujudkan dalam setiap perspektif Balanced Scorecard dalam tabel berikut :
Tabel 2.1 : Empat sasaran strategik Balanced Scorecard
Perspektif Sasaran Strategik
Keuangan
Pelanggan
Proses Bisnis Internal
Pembelajaran dan Pertumbuhan Shareholders value
Firm equity
Organizational capital
Human capital
Sumber : anditp2000@yahoo.com, 081003
Sedangkan empat sasaran strategik tersebut dapat diterjemahkan sebagai berikut:
1). Shareholders value
Merupakan perwujudan sasaran strategik dari perspektif dilandasi dengan pencapaian sasaran-sasaran strategik di perspektif non keuangan yaitu proses bisnis internal, pembelajaran dan pertumbuhan akan menjanjikan pelipat gandaan nilai yang diberikan dalam jangka panjang oleh perusahaan kepada para pemegang saham. sasaran strategik shareholder value dari perspektif keuangan terdiri dari tiga sasaran, yaitu :
a) Meningkatnya Return On Investment
b) Pertumbuhan pada pendapatan
c) Berkurang nya biaya
2). Firm equity
Merupakan usaha cerdas untuk menjadikan produk dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan agar dinilai memiliki keunggulan oleh pelanggan. sasaran strategik dari Firm equity terdiri dari :
a) Meningkatnya kepercayaan pelanggan
b) Ketepatan layanan
c) Quality Relationship dengan pelanggan
3). Organizational Capital
Merupakan modal kedua setelah Human Capital yang digunakan untuk memberikan layanan kepada stake holder utama perusahaan yaitu pelanggan dan pemegang saham. sasaran nya terdiri dari :
a) Meningkatkan kualitas proses layanan pelanggan
b) State of the art technology
c) Terintegrasikan nya proses layanan langganan
4). Human Capital
Merupakan keragka Balanced Scorecard yang mengarah pada keunggulan dari sumber daya manusia. sasaran nya terdiri dari :
a) Meningkatkan kapabilitas personil
b) Meningkat nya komitmen personil
Sasaran tersebut diatas bisa juga dijadikan ukuran bagi tercapainya Balanced Scorecard.
4. Sustainabilitas Balanced Scorecard
Sustainabilitas Balanced Scorecard adalah penggunaan Balanced Scorecard untuk mengukur penerapan strategi berkelanjutan di suatu organisasi. berkelanjutan artinya memperhatikan unsur lingkungan dan sosial selain ekonomi dalam setiap pertimbangan bisnis yang dilakukan.
5. Menciptakan Balanced Scorecard
Beberapa langkah awal mengimplementasikan Balanced Scorecard (Zingales et.al., 2002) :
1) Memperjelas visi dan strategi perusahaan.
2) Mengembangkan sasaran strategis :
a) Mengidentifikasi proses bisnis yang ada sehingga dapat menambah nilai dan memperbaiki kinerja.

b) Menentukan bagaimana program lingkungan yang ada mendukung sasaran sustainabilitas dalam perspektif pelanggan dan finansial.
c) Belajar bagaimana sustainabilitas dapat menggantikan proses dan produk untuk memenuhi kebutuhasn pelanggan.
d) Mengerti bagaimana mengantisipasi dan mempengaruhi kebutuhan pelanggan masa depan terkait praktek berkelanjutan.
3) Meluncurkan inisiatif strategi lintas bisnis.
4) Membimbing setiap SBU (Strategic Business Unit) mengembangkan strateginya masing-masing, konsisten dengan yang dimiliki perusahaan.
5. Balanced Scorecard Sebagai Alat Strategis Pengukuran Secara
Komperehensif.
Umumnya Balanced Scorecard dimasukkan dalam kerangka manajemen strategik. manajemen strategik adalah pola pengelolaan strategi organisasi jangka pendek dan panjang. terdiri dari empat langkah utama dalam menciptakan masa depan organisasi:
a) Perencanaan jangka panjang (long range pofit planning), terdiri dari perumusan strategi, perencanaan strategi dan penyusunan program.
b) Perencanaan laba jangka pendek (short range profit planning)
c) Implementa
d) Pemantauan

Gambar 2.2 : Perkembangan Balanced Scorecard dalam sistem manajemen strategik

Sumber : anditp2000@yahoo.com, 081003 ( Mulyadi, 2000)
Konsep Balanced Scorecard merubah fokus perspektif perencanaan dari sekedar pada fokus finansial anggaran tahunan dan berjangka pendek, menjadi perspektif perencanaan komperehensif yang mencakup aspek finansial, bisnis internal, dan pembelajaran / pertumbuhan. selengkapnya pada table berikut :

Tabel 2.2 : keunggulan Balanced Scorecard dibanding konsep manajemen tradisional
Sistem manajemen strategik dalam manajemen tradisional Sistem manajemen strategik dalam manajemen kontemporer
Hanya berfokus pada perspektif keuangan. Sistem perencanaan yang mengandalkan pada anggaran tahunan.
Sistem perencanaan menyeluruh yang tidak koheren.
Perencanaan jangka panjang yang tidak bersistem
Mencakup perspektif yang komperehensif : keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, dan pembelajaran / pertumbuhan.
Koheren : membengun hubungan sebab akibat diantara berbagai sasaran strategis yang dihasilkan dalam perencanaan strategis.
Terukur : semua sasaran strategis ditentukan ukuran nya baik untuk sasaran strategis perspektif keuangan maupun perspektif non keuangan.
Seimbang : keseimbangan sasaran strategis yang dihasilkan oleh sistem perencanaan strategis penting untuk menghasilkan kinerja keuangan jangka pasnjang.
Sumber : anditp2000@yahoo.com, 081003
Setiap sistem pasti ada kelemahan nya, demikian juga dengan Balanced Scorecard. kelemahan Balanced Scorecard antara lain (lee et.al., 2000) :

a) Perangkat yang lebih secara efektif mengukur implementasi strategi dari pada mengukur penentuan strategi.
b) Meski berperan penting dalam memperkuat hubungan antara inisiatif perbaikan pelanggan dan strategi organisasi, namun tidak mengindikasikan bagaimana pelanggan baru dan pasar baru dapat diidentifikasikan.